
Halo, Assalamualaikum Temen-temen!!
Gimana kabar kalian? Semoga kalian sehat dan selalu bahagia dalam menjalani hari-hari yang kalian lalui...
Pada kesempatan kali ini, saya ingin memberitahu informasi yang bermanfaat bagi kalian semua nih, apalagi bagi teman-teman yang sedang menulis. Yuk, simak infonya dibawah ini.
Dalam membaca sebuah tulisan, pasti kalian sering melihat tanda seperti titik, koma, tanda seru, tanda tanya, dan masih banyak lagi. Tanda-tanda tersebut biasa disebut dengan tanda baca. Coba kalian bayangkan jika tidak ada tanda baca dalam sebuah tulisan. Apa yang akan terjadi? Pasti kalian akan merasa kehabisan nafas, karena tidak ada jeda untuk mengambil nafas ketika membaca dan bisa saja terjadi kesalahan dalam menginterpretasikan atau memahami informasi tersebut . Oleh karena itu, diberikan tanda baca.
Tanda baca adalah simbol yang tidak ada hubungannya dengan suara atau kata dan frasa dalam suatu bahasa. Tapi, tanda baca itu berperan untuk menunjukkan sebuah struktur tulisan, intonasi, dan jeda pada saat membaca. Oleh karena itu, disini saya akan membahas penggunaan tanda baca pada tulisan. Pada bagian pertama ini, saya akan memperkenalkan penggunaan tanda baca titik dan koma.
Penggunaan Tanda Baca Titik (.)
1. Penanda Kalimat Akhir
Fungsi tanda titik sebagai penanda akhir kalimat merupakan fungsi yang paling umum dan paling dipahami oleh banyak orang. Tanda titik digunakan pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan, ataupun seruan.
Contohnya:
- Arka sedang bermain bola basket.
- Janu sudah selesai mengerjakan PR yang diberikan kemarin.
2.Tanda di Belakang Penulisan Bagan, Ikhtisar, atau Daftar
Tanda titik dapat digunakan di belakang satu huruf maupun angka, dalam penulisan bagan, ikhtisar, atau daftar.
Contohnya:
- I. Kondisi Kebahasaan di Indonesia
A. Bahasa Indonesia
1. Kedudukan
2. Fungsi
3. Memisahkan Angka Jam, Menit, dan Detik
Tanda titik dapat digunakan juga untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
Contohnya:
- Pukul 5.20.10 (Pukul 5 jam lewat 20 menit 10 detik)
- 0.30.15 (30 menit, 15 detik)
4. Berperan dalam Penulisan Sumber Referensi
Pada penulisan sumber referensi, tanda titik digunakan di antara nama penulis, tahun, judul tulisan yang tidak diakhiri dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit.
Misalnya:
- Moeliono, Anton M. 1989. Kembara Bahasa. Jakarta: Gramedia.
- Ali, Muhammad. 1994. Lenyapnya Sang Pencerah. Malang: Generasi Edan Media.
5. Memisahkan Bilangan Ribuan dan Kelipatannya yang Menunjukkan Jumlah
Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan dan juga kelipatannya. Dan juga, untuk memperjelas jumlah bilangan tersebut.
Contohnya:
- Gempa bumi yang terjadi kemarin menelan korban sebanyak 1.200 jiwa.
- Anggaran belanja rumah tangga bulan ini mencapai 2.000.000
Catatan: tanda titik tidak digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan dan kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
Misalnya:
- Janu lahir di Jakarta pada tahun 2000.
- Buka halaman 1200 untuk melihat tata cara membersihkan udang.
6. Tidak Digunakan pada Akhir Judul
Tanda titik tidak digunakan pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, ilustrasi, atau tabel.
Misalnya:
- Gambar 4 Burung Merak
- Tabel 7 Peningkatan Saham di Indonesia
7. Tidak Digunakan pada Kepala Surat
Tanda titik tidak digunakan pada kepala surat, lebih tepatnya tidak digunakan pada belakang alamat pengirim, tanggal surat, nama, dan alamat penerima surat.
Misalnya:
- Yth. Kepala Sekolah Neo
Jalan Mawar 5 No. 1
Jakarta
Penggunaan Tanda Baca Koma (,)
1. Digunakan pada Tengah Kalimat
Tanda koma sering digunakan pada tengah kalimat, umumnya digunakan pada unsur perincian atau bilangan.
Misalnya:
- Biru membeli martabak, es teh, permen, dan telur gulung.
- Satu, dua, tiga, dan empat.
2. Perbandingan Kalimat
Tanda koma juga digunakan untuk memisahkan kalimat setara yang saru dengan yang lain dengan didahului oleh kata seperti tetapi, walau, namun, atau melainkan.
Misalnya:
- Buku ini bukan milik saya, melainkan milik Atlas.
- Saya ingin membeli laptop, tetapi uang saya belum cukup.
3. Memisahkan Anak dan Induk Kalimat
Kemudian, tanda koma juga digunakan untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.
Contohnya:
- Agar memiliki wawasan yang luas, kita harus banyak membaca.
- Jika tempat itu sempit, kita tidak akan menggunakannya.
4. Digunakan di belakang Kalimat Penghubung
Tanda koma digunakan pada belakang kata atau penghubung antarkalimat. Ungkapan penghubung antarkalimat adalah oleh karena itu, maka dari itu, jadi, demikian, namun, dan akan tetapi.
Misalnya:
- Mahasiswa itu rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia mendapatkan beasiswa.
5. Memisahkan Partikel
Tanda koma juga digunakan sebagai pemisah partikel dengan inti kalimat. Partikel tersebut misalnya wow, oiya, hmm, dan partikel lainnya.
Contohnya:
- Wow, pemandangan disini indah sekali.
- Oiya, bagaimana jika besok kita main ke rumah Anna saja?
6. Memisahkan Petikan Langsung
Tanda koma digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam suatu kalimat.
Misalnya:
- Kata Ayah, “Besok Ayah dan Ibu akan pergi ke Malang untuk mengunjungi rumah Nenek disana”
Catatan: tanda koma tidak digunakan untuk memisahkan petikan langsung yang berupa kalimat tanya, kalimat perintah, atau kalimat seru dari bagian lain yang mengikutinya.
Misalnya:
- “Kamu sekolah di mana?” tanya Bu Windi
- “Catat materi ini sekarang!” perintah bu guru.
7. Memisahkan Identitas yang Ditulis Berurutan
Tanda koma digunakan di antara identitas yang ditulis secara berurutan.
Misalnya:
- Dekan Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang
- Jakarta, Indonesia
8. Penulisan Daftar Pustaka
Pada penulisan daftar pustaka, tanda koma digunakan untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya.
Misalnya:
- Gunawan, Ilham. 1984. Kamus Politik Internasional. Jakarta: Restu Agung.
9. Penulisan Catatan Kaki
Tanda koma juga digunakan di antara bagian-bagian catatan kaki.
Misalnya:
- Sutan Takdir Alisjahbana, Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia, Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakyat, 1950), hlm. 25.
10. Nama Gelar
Tanda koma juga dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Misalnya:
- B. Ratulangi, S.E.
- Bambang Irawan, M.Hum.
11. Penulisan Bilangan
Dalam penulisan bilangan, tanda koma digunakan sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contohnya:
- 10,5 m
- Rp 950,00
12. Pada Keterangan Tambahan dan Aposisi
Misalnya:
- Di daerah kami, misalnya, masih banyak lahan persawahan.
- Temanku, Sinta, adalah anak yang sangat rajin.
13. Menghindari Salah Baca
Tanda koma digunakan untuk menghindari salah baca atau salah pengertian yang terdapat di belakang keterangan pada awal kalimat.
Misalnya:
- Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih
Bandingkan dengan:
- Atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih
Sekiranya, itu yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi teman-teman yang sedang menulis. Tunggu postingan selanjutnya ya!!!~
Sumber:
9 Komentar
waaa artikelnya berguna bgt buat kita yang gatau atau suka lupa sama tanda baca ini. Artikel yang bagus ris!!
BalasHapuswuihhh kerenn bangett kaaa, makasihh yaa infonyaa sangat berguna nih apalagi dalam penulisan karya ilmiah
BalasHapuskeren bangetttt, sangat informatif tulisannya
BalasHapuswaah artikelnya bermanfaat sekali terutama saat mengerjakan tugas, makasih atas informasinyaa
BalasHapusWawww sangat bermanfaat dan informatif, trimakasih riska
BalasHapusBermanfaat bgt nih. Kadang suka nulis-nulis aja, tanpa mikir tanda bacanya. Makasih yaa infonya 👍🏼👍🏼👍🏼
BalasHapusArtikel yg bermanfaat, bagus sekali untuk meningkatkan, krn sering sekali org2 salah menggunakan tanda baca hehe
BalasHapusInformasinya sangat bermanfaat sekali. Sangat penting nih untuk aku yang sebentar lagi harus sering buat laporan. Makasih!!!
BalasHapusSemua orang harus tau informasi ini, karna bermanfaat banget apalagi kalo urusannya sering ketemu sama yg namanya tulis menulis
BalasHapus